lirik nasyid :thank you ALLAH

:: ya ALLAH tuntun hatiku menujuMU ::

18dis2010..12muharam1432H..

a meaningful song by maher zain.. :)

Thank You Allah

Album : Thank You Allah
Munsyid : Maheer Zain
http://liriknasyid.com


I was so far from You
Yet to me You were always so close
I wanna love in the dark
I close my eyes
To all the signs
You put in my way
I walked the day
Further and further away from You
Oh...
Allah...
You brought me home
I thank You
With every breath I take

Alhamdulillah
Our praise is to Allah

I never thought about
All the things You had given to me
I never thank You once
I was to proud
To see the truth
And prostrate to You
Until I took the first step
And thats when You opened the doors for me
And now Allah I realized what I was missing
By being far from You

Alhamdulillah
Our praise is to Allah

ALLAH...
I wanna to thank You
I wanna to thank You
For all the things that You've got
You've got me through all the years I've been lost
You guiding me from all the ways that were wrong
And indeed You give me hope

Oh ALLAH...
I wanna to thank You
I wanna to thank You
For all the things that You've got
You've got me through all the years I've been lost
You guiding me from all the ways that were wrong
I wanna thank You
For bringing me home

Alhammdulillah
Our praise is to Allah

Pengorbanan didasari iman ~

:: ya ALLAH tuntun hatiku menujuMU ::

18dis2010..12muharam 1432H..

salam ukhuwwah semua..ingin ana kongsikan artikel ni,berkisar tentang hari raya aidiladha..mgkin agak kelewatan ana postkan(walapun ia ditulis pada hari raya aidiladha baru2 ni) ..atas sebab2 tertentu yg tidak dapat ana elakkan.. :) insyaALLAH sama2 kita hayati ye..

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum pembuka coretan.Salam aidiladha buat semua.Penulis merasakan belum terlambat untuk mengucapkannya kepada sekalian pembaca yang dikasihi.

Sebut sahaja Hari Raya Aidiladha,mesti kita semua terbayang akan jutaan jemaah2 haji yang menunaikan rukun islam yang kelima itu di Tanah Suci Makkah dan juga binatang-binatang ternakan yang ‘tumbang’ menjadi korban sempena Aidiladha setiap tahun.Kedua-dua imej tersebut memang sudah sekian lama sebati dengan jiwa dan fikiran kita.Bagai refleks barangkali.

Daripada kaca mata penulis,saban tahun menyambut Aildiladha,suasananya tidak banyak berbeza.Bermula daripada zaman hingusan kecil-kecil dahulu sampailah kepada zaman belajar sekarang.Cuma mungkin yang berbeza tempoh cuti raya Aidiladha bersama keluarga sekarang(pada zaman belajar) tidaklah terlalu panjang jika hendak dibandingkan dengan zaman kecil2 dahulu.Kerana biasanya hari raya Aidiladha atau lebih ‘dekat’ dengan panggilan raya haji ataupun raya kurban ini beriringan dengan cuti akhir tahun persekolahan.

Namun di sini penulis bukanlah berhasrat untuk bercerita panjang lebar tentang suasana sambutan Aidiladha di kampung halaman yang tercinta kerana penulis tahu maklum bahawa pembaca budiman sekalian lebih arif tentang hal tersebut.Apa yang penulis ingin kongsikan buat tatapan mata,minda dan hati kita semua ialah sejarah dan kisah agung di sebalik Hari Raya Aidiladha sekaligus membawa pembaca sekalian menyingkap tabir ibrah atau pengajaran yang Allah anugerahkan buat kita semua melalui peristiwa agung ini.

Peristiwa penuh sejarah ini berlaku saat Nabi Ismail a.s menginjak ke zaman remaja.Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk isteri dan anakandanya di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.

Sewaktu itulah Nabi Ibrahim a.s mendapat suatu mimpi bahawa Allah S.W.T memerintahkannya untuk menyembalih anakanda belahan jiwanya iaitu Nabi Ismail a.s.Mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniakan seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawanya oleh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Harus dilaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.

Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:

" Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya."

Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, melainkan berazam tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sangat taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:

" Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah pisaumu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya."

Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:

" Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Saatnya kian hampir. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah pisau yang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang pisau di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air silih berganti memandang ke wajah puteranya dan kepada pisau yang berkilau di tangannya, seakan-akan pada masa itu hatinya menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, pisau diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, pisau yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana semestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya,untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam mempersembahkan ketaatan kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, hinggakan apabila ia merasa pisau itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:

" Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku."

Akan tetapi pisau itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.

Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya:

" Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikan ."

Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan pisau yang tadinya tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Aidiladha di seluruh pelusuk dunia.



istikharah cinta ~

demi masa..

jom,,tetapkan matlamat tertinggi..Allah tujuan hidup kami!

>> berbicara tentang hati..

..menghitung detik2 yang berlalu..


clock-desktop.com

:: buat semua yg bergelar sahabat ::

Friendship Quotes